7 Sifat Aneh Kucing Secara Ilmiah

7 Sifat Aneh Kucing Secara Ilmiah – Saat memelihara kucing untuk waktu yang lama, Anda mungkin mengajukan banyak pertanyaan tentang perilaku Sifat Aneh Kucing yang terkadang aneh. Di tengah malam, kucing Anda mungkin melompat kegirangan. Jika tidak, dia akan menyapa dan tertidur.

7 Sifat Aneh Kucing Secara Ilmiah

Sumber : portal.tahupedia.com

 Baca Juga : Tips Agar Kucing Betah Berada di Rumah

dr-addie – Belum lagi ketika dia melihat kotak itu, dia akan berusaha mengisi dirinya sendiri. Anda mungkin juga menemukan bahwa dia menggigit kantong plastik atau benda lain yang bukan makanan aslinya. bagaimana bisa? Inilah penjelasan ilmiah tentang ciri-ciri aneh kucing

1. Kucing rumah lebih cerewet daripada kucing liar karena dia tahu bahwa mengeong adalah cara terbaik untuk mendapatkan perhatianmu

Tahukah Anda bahwa kucing tidak mengeong kepada kucing lain? Kucing bekerja sangat keras untuk memantau keberadaan dan kepergian kucing lain, sehingga tidak membutuhkan bahasa verbal.

Hanya kucing induk yang dapat berkomunikasi dengan anak kucing. Selain itu, kucing hanya mendesis pada manusia karena mereka tahu inilah cara terbaik untuk menarik perhatian Anda.

2. Kucing mengorok buat memohon atensi serta pertolongan

Bertentangan dengan mengeong, kucing yang Kamu dengar bisa jadi selembut orang yang berteriak. Inilah kerutinan anak kucing memohon ASI pada ibunya. Kucing senang menghasilkan suara mengorok buat dibelai. Kucing tiba panggilan hendak berikan Kamu dampak meredakan.

Pada dikala yang serupa, seekor kucing yang sakit berteriak memohon bantu. Fibrasi yang dipancarkan kucing amat bermanfaat buat memulihkan kehancuran tulang kucing yang terluka.

 

3. Kucing manja terhadapmu karena dia menganggapmu superior

Mungkin Anda ingin tahu, mengapa kucing Anda dimanja oleh Anda? Apakah dia melihat Anda sebagai orang tua, saudara, atau teman?

Faktanya, kucing suka menggosok tubuh dengan kakinya, tidak hanya melihat Anda sebagai teman, tetapi karena menurutnya Anda lebih unggul. Ini seperti anak kucing yang menggesek ibunya. Kucing betina ke kucing tom, anak kucing hingga kucing besar.

4. Kucing suka mendekatimu dengan sendirinya karena dia mencintaimu

Tentu saja, ini proses yang wajar. Anda tidak perlu memaksanya untuk mencintai Anda. Jika Anda memberinya makan, menjaganya, dan bermain dengannya, Anda akan merasakan cintanya.

Selain itu, terkadang Anda mungkin kesulitan membangun kepercayaan pada kucing yang ketakutan dan gugup. Luangkan waktumu, cinta tidak bisa dipaksakan.

5. Kucing senang mengerkah ataupun mencakar dikala kalian membelainya sebab ia merasa itu telah cukup

Kucing itu amat lucu. Inilah kenapa Kamu bisa jadi mau amat melekap serta membelai ia. Kala Kamu menyentuhnya, seketika ia digigit serta dicakar, yang membuktikan kalau ia telah lumayan dijamah.

Kenyataannya, kucing sudah berikan ciri pada orang tadinya. Bila Kamu mempunyai lumayan durasi, kuping kucing umumnya hendak datar ataupun ekornya hendak sedikit beranjak. Inilah penyebabnya kenapa sering- kali Kamu cuma butuh membelai ia buat membebaskan kakinya.

 

6. Kucing bisa melupakanmu kalau kamu gak menemuinya dalam waktu yang lama

Sangat menyedihkan. Mungkin Anda sudah lama pergi, lalu pulang dan menemukan bahwa kucing Anda aneh bagi Anda. Pada dasarnya jika dipisahkan dalam waktu yang lama, kucing akan melupakan kucing lainnya.

Ini juga berlaku untuk manusia. Tidak seperti kucing, anjing hanya dapat mengingat manusia dari baunya, dan dapat bertahan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun!

7. Kucing juga bisa cemburu loh!

Sama seperti anjing, kucing juga merasa cemburu. Biasanya, ini terjadi saat Anda memperhatikan kucing lain.

Meski begitu, kucing itu merasa cemburu untuk waktu yang singkat. Dia akan melupakan sisanya.

Di Kesempatan kali ini Kami Juga akan Akan Mengenal Lebih Jauh Tentang Kucing

Sumber : inilahkoran.com

 Baca Juga : Merawat Rambut Gimbal Dengan Cara khusus

Kucing diucap terbatas kucing dalam negeri ataupun kucing tempat bermukim( julukan objektif: Felis silvestris catus ataupun Felis catus) merupakan semacam binatang menyusui karnivora dari keluarga Felidae. Tutur” kucing” mayoritas merujuk pada” kucing” yang udah dijinakkan, tetapi mampu terbatas merujuk pada” kucing besar” seperti raja hutan serta gembong.

Kucing udah bercampur bersama kehidupan orang sangat tidak semenjak 6. 000 tahun SM, dari kerangka kucing di Pulau Siprus. Orang Mesir Kuno dari 3. 500 SM udah gunakan kucing buat hindari tikus ataupun binatang pengerat lain dari lumbung yang meletakkan hasil panen.

Dikala ini, kucing merupakan salah satu binatang piaraan terpopuler di bumi. Kucing yang garis keturunannya terdaftar dengan cara sah selaku kucing trah ataupun alur asli( pure breed), seperti persia, siam, manx, serta sphinx. Kucing seperti ini mayoritas dibiakkan di tempat perawatan binatang sah. Jumlah kucing suku bangsa hanya 1% dari semua kucing di bumi, lebihnya merupakan kucing bersama generasi kombinasi seperti kucing buas ataupun kucing desa.

Taksonomi serta evolusi

Felidae merupakan familia binatang menyusui yang berevolusi bersama kilat yang memberi nenek moyang yang serupa cuma 10–15 juta tahun yang lalu serta tercantum raja hutan, gembong, cougar serta banyak yang lain. Dalam familia ini, kucing dalam negeri( Felis catus) ialah bagian dari genus Felis, yang ialah group kucing kecil yang bermuatan lebih kurang 7 genus( terkait pada desain pengelompokan).[4][11] Badan dari genus ini ditemui di semua bumi serta terbatas kucing hutan( Felis chaus) dari tenggara Asia, kucing buas Eropa( F. silvestris silvestris), kucing buas Afrika( F. s. lybica), kucing gunung Tiongkok( F. bieti), serta kucing pasir Arab( F. margarita), antara lain.

Kucing dalam negeri awal kali diklasifikasikan selaku Felis catus oleh Carolus Linnaeus didalam versi ke- 10 Systema Naturae- nya yang diterbitkan pada tahun 1758. Sebab filogenetika modern, kucing dalam negeri mayoritas diakui selaku subspesies dari kucing buas, F. silvestris. Perihal ini menyebabkan eksploitasi maksud yang berbaur, karena kucing dalam negeri mampu diucap bersama julukan subspesiesnya, Felis silvestris catus. Kucing buas terbatas udah diucap selaku berbagai subspesies F. catus, tetapi pada tahun 2003, International Commission on Zoological Nomenclature mengutip ketetapan julukan buat kucing buas selaku F. silvestris. Julukan yang sangat biasa dipakai buat kucing dalam negeri tetap F. catus, menjajaki kesepakatan buat binatang piaraan gunakan persamaan kata(sinonim) awal( tua) yang diusulkan. Terkadang, kucing dalam negeri diucap selaku Felis domesticus ataupun Felis domestica, seperti yang diusulkan oleh naturalis Jerman J. C. P. Erxleben pada tahun 1777 tetapi ini bukan nama- nama taksonomi asi serta tidak sering dipakai didalam kesusastraan objektif, karena binomial Linnaeus diprioritaskan. Suatu populasi kucing buas gelap Transkaukasia dahulu diklasifikasikan selaku Felis daemon( Satunin 1904) tetapi dikala ini populasi ini diakui jadi bagian dari kucing dalam negeri.

Seluruh kucing didalam genus ini memberi nenek moyang yang serupa yang agaknya hidup lebih kurang 6–7 juta tahun yang lalu di Asia.[19] Ikatan yang cocok didalam Felidae dekat tetapi senantiasa belum tentu, bila kucing gunung Tiongkok kerap kadangkala diklasifikasikan( dengan julukan Felis silvestris bieti) selaku upaspesies kucing buas, seperti jenis Afrika Utara F. s. lybica.

Dibanding bersama anjing, kucing tidak hadapi pergantian besar sejauh sistem penjinakan, karena wujud serta sikap kucing dalam negeri tidak dengan cara radikal berlainan dari kucing buas serta kucing dalam negeri amat mampu bertahan di alam buas. Kucing tempat bermukim yang selengkapnya dijinakkan sering berbaur silang bersama populasi F. catus buas. Kemajuan terbatas sejauh penjinakan ini maksudnya kalau hibridisasi mampu berjalan bersama banyak Felidae yang lain, spesialnya kucing leopard Asia. Sebagian sikap natural serta karakter kucing buas agaknya udah mempengaruhi mereka buat didomestikasi selaku binatang piaraan. Kepribadian ini terbatas dimensi kecil, kepribadian sosial, bahasa badan yang nyata, puas main serta intelek relatif besar.: 12–17 Sebagian genus Felidae kecil agaknya punya kecondongan bawaan pada kejinakan.

 

Kucing punya bagus interaksi mutualistik ataupun komensal bersama orang. 2 filosofi penting diserahkan mengenai gimana kucing didomestikasi. Dalam satu filosofi, orang terencana menaklukkan kucing didalam sistem pemilahan ciptaan karena mereka merupakan pemangsa dari wereng. Ini udah dikritik selaku tidak masuk ide, karena hadiah buat bidang usaha seperti itu agaknya amat sedikit; kucing mayoritas tidak laksanakan perintah serta walaupun mereka makan binatang pengerat, genus lain seperti ferret ataupun terrier agaknya lebih bagus didalam mengatur hama- hama ini. Ilham pengganti merupakan kalau kucing cuma ditoleransi oleh banyak orang serta dengan cara berangsur- angsur menyimpang dari saudara buas mereka lewat pemilahan alam, karena mereka samakan bersama mencari wereng yang ditemui di lebih kurang orang di kota serta dusun.

Kucing diakui selaku” karnivora yang sempurna” bersama gigi serta saluran pencernaan yang spesial. Gigi premolar serta molar awal membuat sejodoh gading di tiap bagian mulut yang bertugas berdaya guna seperti gunting buat mencabik daging. Walaupun karakteristik ini terbatas ada pada famili Canidae ataupun anjing, tetapi karakteristik ini bertumbuh lebih bagus pada kucing. Tidak seperti karnivora lain, kucing nyaris tidak makan apapun yang memiliki isi belukar. Berada serta anjing kadangkala menyantap buah, pangkal, ataupun madu selaku komplemen jika terdapat, kala kucing cuma menyantap daging, mayoritas mangsa fresh. Dalam pembiakan, kucing tidak mampu diadaptasikan bersama santapan vegetarian karena mereka tidak mampu mensintesis semua asam- asam amino yang mereka butuhkan cuma bersama menyantap belukar; berlainan bersama anjing piaraan, yang sering diberi makan produk kombinasi daging serta sayur- mayur serta kadangkala mampu menyesuaikan diri bersama santapan vegetarian dengan cara keseluruhan.

Walaupun punya nama baik selaku binatang pemalu, kucing mayoritas mampu membuat koloni buas tetapi tidak melanda didalam group seperti raja hutan. Tiap kucing punya daerahnya sendiri( jantan yang aktif dengan cara intim punya tempat terbanyak, tengah jantan murni punya tempat sangat kecil) serta tetap ada tempat” adil” di mana para kucing mampu silih memantau ataupun berjumpa tanpa adanya bentrokan kedaerahan ataupun gempuran. Di luar tempat adil ini, penguasa tempat lazim hendak mengejar kucing asing, dimulai bersama memandang, mendesis, sampai menggeram, serta bila kucing asing itu tetap bermukim, mayoritas hendak berjalan perkelahian pendek.

Kucing yang tengah berkelahi melempangkan rambut badan serta melengkungkan punggung supaya mereka nampak lebih besar. Serbuan mayoritas terdiri dari gamparan di bagian wajah serta badan bersama kaki depan yang kadangkala diiringi gigitan. Cedera betul- betul pada kucing dampak perkelahian tidak sering berjalan karena pihak yang takluk mayoritas hendak kabur setelah hadapi lebih dari satu cedera di wajah. Jantan yang aktif mayoritas sering ikut serta banyak perkelahian sejauh hidupnya. Perihal ini nampak pada berbagai cedera di bagian wajah, seperti hidung ataupun kuping. Kucing awewe kadangkala terbatas ikut serta perkelahian buat menjaga buah hatinya apalagi kucing murni juga hendak menjaga tempat kecilnya bersama teguh.

Memandang dari sikap kucing yang terdapat kala ini, kucing buas yang ialah nenek moyang kucing piaraan diperkiraan berevolusi pada hawa padang pasir. Kucing puas bersama suasana hangat serta sering tidur di dasar hangatnya cahaya mentari. Kotorannya mayoritas kering serta kucing lebih puas menguburnya di tempat berpasir. Kucing mampu mematung, tidak beranjak lumayan lama spesialnya kala tengah mengintai bulan- bulanan ataupun bersiap buat menerkam. Di Afrika Utara senantiasa ditemui kucing buas yang agaknya berkeluarga dekat bersama nenek moyang kucing piaraan kala ini.

Sebab punya kekerabatan yang dekat bersama fauna padang pasir, daya tahan kucing pada panas serta dinginnya hawa tempat subtropis kira- kira terbatas. Kucing tidak kuat pada awan, hujan, serta salju, walaupun terdapat lebih dari satu gaya seperti Norwegian Forest Cat serta Maine Coon yang mampu bertahan; serta mengusahakan menjaga temperatur badan wajarnya, ialah 39°C, didalam suasana berair. Mayoritas kucing tidak puas berendam didalam air, jika gaya Turkish Van.

Dr-Addie - Berita Terbaru Mengabarkan Penelitian virus kucing Feline Infectious Peritonitis